Gerakan Pramuka masih menjadi salah satu sarana efektif dalam membentuk karakter generasi muda. Hal itu terlihat dalam kegiatan Perkemahan Satu Hari (Persari) dan Perkemahan Jumat-Sabtu (Perjusa) yang digelar Gugus Depan 07.091–07.092 berpangkalan di SD Negeri 9 Sangsit.
Kegiatan yang diikuti anggota Pramuka Siaga dan Penggalang tersebut dirancang sebagai wadah pembelajaran di luar kelas untuk menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, kerja sama, serta meningkatkan keterampilan kepramukaan melalui berbagai aktivitas edukatif dan menyenangkan.
Dalam kegiatan Persari, para peserta mengikuti sejumlah agenda, mulai dari upacara pembukaan, permainan edukatif, lomba ketangkasan, penjelajahan lingkungan, latihan baris-berbaris, hingga kegiatan kebersamaan yang bertujuan mempererat rasa persaudaraan antarsesama anggota Pramuka.
Melalui kegiatan tersebut, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan karakter yang berlandaskan Dwi Satya dan Dwi Darma Pramuka, sekaligus meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan bersosialisasi sejak usia dini.
Sementara itu, kegiatan Perjusa berlangsung selama dua hari dengan rangkaian kegiatan yang lebih beragam. Peserta diajak merasakan pengalaman hidup di alam terbuka melalui kegiatan pendirian tenda, latihan keterampilan kepramukaan, penjelajahan, api unggun, pentas seni, renungan malam, senam pagi, bakti lingkungan, hingga upacara penutupan.
Kegiatan tersebut menjadi sarana pembinaan karakter dan kepemimpinan bagi peserta didik. Selain belajar hidup mandiri, para anggota Pramuka juga dilatih bekerja sama dalam regu, meningkatkan rasa tanggung jawab, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.
Kepala SD Negeri 9 Sangsit, Kadek Novi Artini, selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), mengatakan kegiatan Persari dan Perjusa merupakan bagian dari upaya pembentukan karakter siswa sejak dini melalui pendidikan kepramukaan.
Menurutnya, kegiatan Pramuka memberikan banyak manfaat bagi perkembangan peserta didik, tidak hanya dalam hal keterampilan, tetapi juga pembentukan sikap dan kepribadian.
“Kegiatan ini bukan hanya sekadar berkemah, tetapi juga melatih keberanian, kekompakan, dan tanggung jawab yang kuat melalui pendidikan kepramukaan,” ujarnya.
Novi Artini menambahkan, Pramuka merupakan wadah yang sangat baik untuk membentuk generasi muda yang mandiri, disiplin, dan berkarakter. Karena itu, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.
“Pramuka menjadi wadah yang sangat baik untuk membentuk generasi muda yang mandiri dan berkarakter. Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan secara berkelanjutan,” katanya.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta juga mendapat pendampingan dari para pembina Pramuka yang tergabung dalam Gugus Depan 07.091–07.092 SD Negeri 9 Sangsit. Kehadiran para pembina diharapkan mampu memberikan bimbingan sekaligus memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi peserta.
Melalui Persari dan Perjusa, SD Negeri 9 Sangsit berharap dapat melahirkan generasi muda yang berakhlak mulia, kreatif, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab yang kuat sesuai tujuan Gerakan Pramuka. (*)
Discussion about this post