Api Unggun Akbar Tandai Penyerahan Taman Kumarasthana
Kilas Balik Pramuka Buleleng
Carutmarut organisasi kepemudaan paska tragedi G30S-PKI, tanggal 30 September 1965, menjadi catatan penting dalam perkembangan Gerakan Pramuka di Bumi Den Bukit. Sebab, paska tragedi memilukan itu, nyaris tak ada organisasi kepemudaan yang bergerak, termasuk pramuka.
Gerakan Pramuka di Buleleng yang saat itu dipimpin oleh Made Gelgel (alm) selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng dan Dewa Nyoman Beratha Nida (a1m) selaku sekretaris Kwartir Cabang.
Tak ingin Gerakan Pramuka terpuruk, sekitar tahun 1967-an, pengurus Kwartir Cabang bersama penegak/pandega yang tergabung dalam Dewan Kerja Cabang (DKC) saat itu, antara lain; AKBP (Purn) Wayan Selamet, Made Suastawa, Nyoman Simpen, Made Widiasa, dan Nyoman Gentur, berupaya menggerakkan kembali (merevitalisasi) Gerakan Pramuka sebagai wahana pembentukan karakter bangsa. Dengan memanfaatkan Lapangan Letkol Wisnu (saat ini Pura Jagatnatha) dan Lapangan Ngurah Rai Singaraja, gerakan kepramukaan kembali menggeliat dan semakin berkembang.
Perkembangan Gerakan Pramuka saat itu, mendapat perhatian besar dari Bupati Buleleng Hartawan Mataram. Mergapresiasi keberadaan Gerakan Pramuka yang senantiasa aktif dalam kegiatan sosial maupun pembangunan, Bupati Hartawan Mataram menganugrahkan Taman Kumarasthana yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai Stasiun Radio Kumarasthana oleh IKIP Negeri singaraja. Penganugrahan Taman Kumarasthana di Jalan Pramuka No. 9 Singaraja itu, ditandai dengan penyalaan Api Unggun Akbar di Lapangan Letkol Wisnu serangkian dengan perigatan Hari Pramuka Ke-7 tanggal l4 Agustus 1968.
Penganugrahan Gedung Kumarasthana oleh Bupati Buleleng Hartawan Mataram kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng tersebut, semakin lengkap dengan penetapan Jalan Pramuka, yang merupakan potongan Jalan Ngurah Rai sepanjarg kurang lebih 500 meter, dari simpang empat Jalan Lekol Wisnu – Ngurah Rai – Melati Singaraja sampai dengan simpang empat Jalan DR Sutomo – Diponogoro – Ahmad Yani Singaraja. Dan sejak tanggal l4 Agustus 1968, Taman Kumarasthana menjadi sekretariat Kwarcab Gerakan Pramuka Buleleng.
Setelah mengalami pasang surut dan pergantian Ketua Kwartir Cabang dari Made Gelgel (alm), Ketut Samprug Bimarta, Drs. Made Patera (alm), Drs. I Gusti Bagus Wirasena, Drs. I Gusti Ketut Simba, AKBP (Purn) Wayan Selamet, dan Ir. Dewa Ketut puspaka, MP, (periode 2010-2015) sekretariat Kwartir Cabang Buleleng, direvitalisasi bentuk dan namanya menjadi Gedung Pramuka Kumarasthana. Pembangunan Gedung Pramuka Kumarasthana tahun 2011-2012, merupakan anugrah Bupati Buleleng Putu Bagiada yang juga mengapresiasi Gerakan Pramuka sebagai wadah pembinaan dan pembentukan karakter bangsa.
Menjadi sangat istimewa, karena anugrah Bupati Buleleng Putu Bagiada kepada Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng, diresmikan oleh Putu Agus Suradnyana sebagai pengganti beliau sebagai Bupati Buleleng periode 2012-2017. Dan semakin sempurna, karena peresmian Gedung Pramuka Kumarasthana oleh Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana pada tanggal 20 Mei 2013, bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional, disaksikan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. DR. Dr. H. Azrul Azwar, MPH.
Upacara peresmian yang ditandai dengan penandatanganan prasasti Gedung Pramuka Kumarasthana, juga dihadiri Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Bali, Drs. Ketut Wija dan Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten/Kota se-Bali. (sebrut)