Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti lingkungan SD Negeri 3 Bungkulan, Kabupaten Buleleng, pada Rabu (27/5/2026).
Halaman sekolah yang berada di Banjar Dinas Dauh Munduk, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, itu dipenuhi tawa, semangat, hingga air mata perpisahan dalam kegiatan Persari (Perkemahan Satu Hari) Tunas Cita sekaligus pelepasan siswa kelas VI tahun 2026.
Kegiatan yang dikemas bernuansa kepramukaan tersebut berlangsung sejak pagi hingga sore hari.
Para siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan penuh kebersamaan sebelum resmi meninggalkan bangku sekolah dasar.
Sejumlah kegiatan menarik digelar dalam acara tersebut. Mulai dari wide game bertajuk “Jejak Penggalang”, makan bersama ala megibung, pembuatan hasta karya “Pohon Harapan”, hingga sesi renungan bertema “Jejak Langkah” yang menjadi puncak acara.
Dalam wide game, para siswa dibagi ke dalam beberapa regu untuk memecahkan sandi rahasia, menyelesaikan tantangan lima simpul wajib pramuka, hingga membuat tandu darurat secara berkelompok.
Aktivitas itu menjadi ajang melatih kekompakan, kemandirian, dan jiwa pantang menyerah para pramuka.
Kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta menikmati makan siang megibung menggunakan alas daun pisang.
Tradisi khas Bali tersebut sengaja dihadirkan untuk mempererat rasa persaudaraan antar siswa sebelum mereka melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.
Tak hanya itu, para siswa juga meninggalkan kenangan melalui hasta karya “Pohon Harapan”.
Mereka membubuhkan cap tangan dan menuliskan cita-cita di atas kanvas besar yang nantinya akan dipajang di lingkungan sekolah.
Momen paling emosional terjadi saat sesi renungan sore hari. Diiringi lagu perpisahan, suasana mendadak berubah haru.
Sejumlah siswa tampak menangis ketika bersimpuh memohon maaf dan mencium tangan para guru sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih.
Kepala SD Negeri 3 Bungkulan selaku Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus), kak I Made Surya Restu Cahyono mengatakan, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi acara pelepasan siswa, tetapi juga wadah pembentukan karakter melalui pendidikan kepramukaan.
Menurutnya, nilai-nilai Dasa Dharma Pramuka sengaja ditanamkan agar para siswa memiliki sikap mandiri, disiplin, dan peduli terhadap sesama saat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
“Kami berharap anak-anak tetap membawa semangat Dasa Dharma Pramuka di mana pun berada. Jadilah pribadi yang mandiri, pantang menyerah, berbakti kepada orang tua, dan mampu menjaga nama baik sekolah,” ujarnya.
Pihak sekolah juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, paguyuban orang tua, serta para donatur yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Acara pelepasan itu pun menjadi kenangan manis bagi siswa kelas VI angkatan 2026 sebelum melangkah menuju babak baru di bangku SMP. (*)
Discussion about this post