Kegiatan Perkemahan Jumat–Sabtu (PERJUSA) 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter generasi muda melalui Gerakan Pramuka.
Mengusung semangat “Pramuka Hebat, Generasi PATEN”, Ambalan Wisnu Laksmi menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, kreatif, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Materi kepramukaan dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa Pramuka bukan sekadar penggunaan seragam atau kegiatan berkemah, melainkan proses pembelajaran untuk membentuk kepribadian dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Pramuka, yang merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, mengandung makna orang muda yang gemar berkarya. Melalui kegiatan kepramukaan, peserta didik dibekali nilai-nilai kejujuran, kedisiplinan, kemandirian, keberanian, kerja sama, serta kepedulian terhadap sesama,” sebut Waka Binamuda Kwarcab Buleleng, kak Ida Bagus Gde Surya Bharata, saat menjadi narasumber dalam kegiatan Perjusa di SMK Negeri 3 Singaraja, Jumat (23/10/2026).
Kak Surya Bharata yang juga Kepala Disdikpora Buleleng itu menyebutkan, Pendidikan Pramuka Penegak diarahkan untuk mengembangkan lima aspek utama, yakni spiritual, emosional, sosial, intelektual, dan fisik.
“Kelima aspek tersebut diharapkan menjadi fondasi bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan zaman sekaligus berkontribusi positif di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat,” ujarnya dalam materi yang disampaikan.
Selain pengembangan karakter, pengamalan Tri Satya dan Dasa Darma menjadi bagian penting dalam pembinaan anggota Pramuka. Nilai-nilai tersebut tidak cukup hanya dihafalkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata, seperti bersikap jujur saat ujian, disiplin dalam menjalankan kewajiban, membantu teman yang membutuhkan, menjaga lingkungan, serta bertanggung jawab terhadap setiap tugas.
Surya Bharata menyebutkan, melalui pengenalan potensi dan sejarah Buleleng, anggota Pramuka diharapkan semakin memahami identitas daerahnya serta mampu menjaga warisan budaya dan mengembangkan potensi lokal secara positif.
“Semangat kepramukaan juga dikaitkan dengan upaya menumbuhkan kecintaan terhadap daerah. Kabupaten Buleleng, yang terletak di wilayah Bali Utara dengan Singaraja sebagai ibu kotanya, memiliki kekayaan budaya, pendidikan, pertanian, kelautan, dan pariwisata yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk berkarya dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tambah Kadisdikpora.
Pembinaan dalam Ambalan juga diarahkan untuk membantu peserta memahami proses pendidikan Pramuka Penegak, mulai dari masa pengenalan Ambalan hingga tahapan Bantara dan Laksana. Proses ini menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan untuk meningkatkan kemampuan, kedewasaan, dan tanggung jawab anggota Pramuka.
“Semangat tersebut sejalan dengan nilai Generasi PATEN, yang menekankan pentingnya menyelesaikan tugas dengan baik, bertanggung jawab, dan tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan,” ujarnya.
Melalui PERJUSA 2026, semangat belajar, berkarya, dan bermanfaat diharapkan semakin tertanam dalam diri anggota Pramuka Ambalan Wisnu Laksmi. Generasi muda tidak hanya diharapkan menjadi pribadi yang sukses, tetapi juga mampu menjadi teladan, memberikan manfaat bagi sesama, serta mengambil peran dalam membangun Kabupaten Buleleng dan Indonesia.
“Pramuka hebat bukan hanya mereka yang memahami nilai-nilai kepramukaan, melainkan mereka yang mampu mengamalkannya dalam tindakan nyata,” tutup kak Surya Bharata. (*)
Discussion about this post