Gerakan Pramuka memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, memiliki rasa kebangsaan, serta mempunyai keterampilan yang berguna bagi dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
Pembina Pramuka merupakan ujung tombak pembinaan peserta didik di Gugusdepan. Oleh karena itu, kualitas pembina sangat menentukan kualitas pendidikan kepramukaan yang diterima oleh anggota muda.
Untuk meningkatkan kemampuan dan kompetensi Pembina Pramuka, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan melaksanakan Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Lanjutan (KML).
KML digelar 4-6 September 2026 dan 11-13 September 2026 di Gedung Pramuka Kumarathana Singaraja yang dibuka Kepala Bidang Pembinaan Guru dan Tenaga Kependidikan, Putu Primasuta didampingi Waka Bina Muda dan Lola Wasa Kwarcab Buleleng, Made Tingkat, Sabtu (5/9/2026).
“KML merupakan jenjang lanjutan bagi Pembina Pramuka yang telah memenuhi persyaratan dan mengikuti KMD secara linier. Melalui KML, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik dalam menerapkan metode kepramukaan, mengelola Gugusdepan, mengelola satuan bina, serta merancang kegiatan pembinaan yang sesuai dengan golongan peserta didik,” sebut Kepala Pusdiklatcab Buleleng, Ketut Sumenari usai pembukaan kegiatan.
Kapusidiklatcab Sumenari mengatakan, KML Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng Tahun 2026 dilaksanakan dengan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning.
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sistem, yaitu kegiatan nonkemah dan kegiatan berkemah, sehingga peserta mendapatkan pengalaman pembelajaran yang lebih utuh.
“Dengan terselenggaranya kegiatan ini diharapkan lahir Pembina Pramuka yang semakin kompeten, kreatif, mandiri, dan mampu memberikan pembinaan yang berkualitas di Gugusdepan masing-masing,” tegas Sumenari.
Diungkapkan juga, strategi pelaksanaan KML diarahkan agar peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi mampu menerapkannya dalam situasi pembinaan yang nyata.
“Kursus dilaksanakan dengan pola 70 jam pelajaran, menggunakan pola segmental dan pembelajaran berbasis pengalaman,” bebernya.
Pelaksanaan KML Tahun 2026 di Kwarcab Buleleng dengan melibatkan 40 pembina pramuka dibagi dalam dua sistem kegiatan, diantaranya Sistem Nonkemah selama 3 hari, 4–6 September 2026 dan Sistem Berkemah yang juga dilaksanakan selama 3 hari, pada 11–13 September 2026.
Dengan dua pola tersebut, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang seimbang antara pemahaman konsep, praktik pembinaan, kerja sama, kepemimpinan, dan refleksi. (*)
Discussion about this post