Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Kabupaten Buleleng, Minggu (30/8/2026) digelar di Gedung Kesenian Gde Manik Singaraja. Puncak peringatan dihadiri Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna bersama Jajaran Forkompinda Kabupaten Buleleng.
Dalam sambutannya, Wabup Supriatna yang juga Wakil Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Mabicab) Buleleng mengajak anggota pramuka di Bali Utara untuk menjadikan Satya Darma Pramuka sebagai pedoman dan menjadikan peringatan Hari Pramuka ke-65 sebagai momentum menuju generasi emas 2045.
“Nilai-nilai Tri Satya dan Dasa Darma yang menjadi pedoman hidup setiap anggota Pramuka telah terbukti mampu untuk membentuk pribadi yang tangguh dalam menghadapi berbagai perubahan zaman. Oleh sebab itu, Hari Pramuka bukan hanya sekadar peringatan seremonial tahunan, melainkan sebuah momentum untuk dapat memperkuat komitmen bersama dalam membangun karakter bangsa sebagai fondasi utama menuju Indonesia emas yang semakin maju, berdaulat, dan bermartabat serta sejahtera,” sebutnya.
Wabup Supriatna saat membacakan amanat Kakwarnas dalam Hari Pramuka mengatakan, 65 tahun perjalanan Gerakan Pramuka telah diwarnai pengabdian, karya, keteladanan, dan dedikasi dalam membentuk generasi muda Indonesia yang beriman, bertakwa, berkarakter, disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki rasa cinta tanah air.
Pada bagian lain juga disebutkan adanya berbagai tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari perubahan iklim, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, dinamika geopolitik, ketahanan pangan dan energi, hingga perubahan dunia kerja. Persoalan sosial seperti penyalahgunaan narkotika, perundungan, kekerasan, hoaks, perjudian daring, dan menurunnya kepedulian sosial juga menjadi perhatian.
“Gerakan Pramuka, terus berupaya menghadirkan pendidikan yang mempersiapkan generasi muda menghadapi berbagai perubahan tersebut dengan tetap berpegang pada Tri Satya dan Dasa Darma sebagai landasan karakter, etika, gotong royong, dan semangat kebangsaan. Pendidikan kepramukaan juga terus dikembangkan dari konsep learning by doing menjadi learning, creating, and solving, yakni belajar, mencipta, dan menyelesaikan persoalan nyata,” tegasnya.
Selaku Waka Mabicab dalam puncak peringatan Hari Pramuka di Buleleng mengalungkan lencana melati kepada Kakwarcab Buleleng Gede Suyasa dan Sekretaris Bina Muda Kwarcab Buleleng I Made Jimat serta menyematkan Tiska kepada peserta Jambore Nasional XII. (*)
Discussion about this post