SATUAN Karya Pramuka (Saka) Bahari Kwartir Cabang Buleleng menggelar kegiatan orientasi dan latihan dasar (latsar) pada 18–19 April 2026. Kegiatan ini berlangsung di Sanggar Bakti Saka Bahari, Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Buleleng.
Latsar diikuti 52 Pramuka Penegak dari berbagai ambalan dan pangkalan berbasis SMA, SMK, dan madrasah di Kabupaten Buleleng. Kegiatan dibuka oleh Kepala Distankan Buleleng, Gede Melandrat, yang juga menjabat Ketua Majelis Pembimbing Saka Bahari Kwarcab Buleleng.
Selama dua hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembekalan materi yang berkaitan dengan bidang kelautan dan perikanan. Materi tersebut meliputi pengenalan Saka Bahari, potensi kelautan dan perikanan Buleleng, dasar-dasar konservasi, budidaya perikanan dan penyebaran ikan, hingga keselamatan di laut. Selain itu, kegiatan juga diisi dengan praktik lapangan seperti pembersihan pantai, pengenalan dasar penyelaman, serta kegiatan pengembangan kreativitas.
Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Bidang Satuan Karya, Satuan Komunitas, dan Gugus Darma Pramuka, Ni Luh Prima Diantari, jajaran Pimpinan Saka Bahari Kwarcab Buleleng, serta para instruktur.
Ketua Pimpinan Saka Bahari Kwarcab Buleleng, Abdul Manap, mengatakan bahwa Saka Bahari merupakan wadah pembinaan generasi muda dalam Gerakan Pramuka yang berfokus pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, serta pembentukan sikap di bidang kelautan dan perikanan.
“Satuan Karya Pramuka Bahari menjadi ruang pembinaan generasi muda untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta membentuk sikap dan perilaku di bidang kelautan dan perikanan. Keberadaan Saka Bahari memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya berkarakter disiplin, tangguh, dan berjiwa kepemimpinan, tetapi juga memiliki kepedulian dan tanggung jawab terhadap pengelolaan serta pelestarian sumber daya kelautan secara berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Saka Bahari memiliki empat krida utama, yakni Krida Sumberdaya Bahari, Krida Jasa Bahari, Krida Wisata Bahari, dan Krida Reksa Bahari. Keempat krida tersebut menjadi ruang pembelajaran bagi anggota dalam memahami potensi bahari, pengelolaan sumber daya, serta upaya pelestarian lingkungan pesisir dan laut.
Kabupaten Buleleng sebagai wilayah pesisir dinilai memiliki potensi kelautan dan perikanan yang besar, baik pada sektor perikanan tangkap, budidaya, maupun wisata bahari. Namun, pengelolaan potensi tersebut dihadapkan pada sejumlah tantangan, seperti degradasi lingkungan, perubahan iklim, dan pencemaran laut.
Dalam konteks tersebut, kegiatan latsar dinilai penting sebagai tahap awal pembinaan anggota Saka Bahari. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan teoretis, tetapi juga pengalaman praktik lapangan yang relevan dengan kondisi wilayah pesisir.
Sementara itu, Gede Melandrat menyampaikan bahwa kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pembangunan daerah yang menekankan penguatan sektor unggulan berbasis potensi lokal, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pembangunan berkelanjutan.
“Pelaksanaan kegiatan ini diharapkan mampu menghasilkan generasi muda yang tangguh, disiplin, berjiwa bahari, serta mampu berkontribusi dalam pembangunan sektor kelautan dan perikanan,” ujarnya. (*)
Discussion about this post