Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng, kak Gede Suyasa, melantik badan kelengkapan dan organisasi pendukung masa bakti 2025–2030. Pelantikan berlangsung di Wantilan Praja Winangun, Sabtu (14/3/2026).
Pelantikan tersebut mencakup sejumlah unsur dalam struktur organisasi Gerakan Pramuka. Diantaranya Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklatcab), Dewan Kehormatan, Satuan Pengawas Internal (SPI), Dewan Kerja Cabang (DKC), Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang), Pusat Data dan Informasi (Pusinfo), serta Majelis Pembimbing (Mabi), Pimpinan, Instruktur, dan Pamong Satuan Karya.
Ketua Kwartir Cabang Pramuka Buleleng, kak Gede Suyasa menegaskan, pelantikan tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan awal pengabdian untuk memperkuat gerakan kepanduan di Buleleng.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari pengabdian tulus untuk memajukan gerakan kepanduan di wilayah kita,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa badan kelengkapan dan organisasi pendukung merupakan tulang punggung kwartir dalam menjalankan berbagai fungsi teknis dan program pembinaan. Karena itu, para pengurus diminta bekerja optimal sesuai bidang masing-masing.
Selain itu, kak Suyasa juga mengingatkan agar setiap unit tidak bekerja secara terpisah. Sinergi antar unit dinilai penting agar program pembinaan Pramuka dapat berjalan lebih efektif dan berdampak luas bagi peserta didik.
Di tengah perubahan zaman yang cepat, ia menilai gerakan Pramuka harus mampu beradaptasi dengan karakter generasi muda saat ini.
“Tantangan zaman menuntut kita untuk kreatif. Kembangkan metode pembinaan yang relevan dengan generasi saat ini tanpa meninggalkan nilai-nilai dasar satya dan darma pramuka,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi Pramuka tidak boleh terjebak dalam rutinitas administratif semata. Program yang dijalankan harus mampu menarik minat generasi muda, khususnya generasi Z dan generasi Alpha.
Ia pun mendorong agar kegiatan Pramuka dikemas lebih menarik, inovatif, serta relevan dengan perkembangan teknologi.
Kak Suyasa mencontohkan peran Pusat Data dan Informasi (Pusinfo) yang diharapkan menjadi garda depan dalam menyebarkan konten positif Pramuka melalui media sosial.
Sementara Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) diharapkan mulai mengadopsi metode pelatihan berbasis blended learning.
“Kita ingin Pramuka Buleleng dikenal bukan hanya karena seragamnya, tetapi juga karena kecakapan digital dan inovasinya,” katanya.
Lebih jauh, ia juga menegaskan bahwa Pramuka harus mampu menjadi solusi bagi masyarakat.
Organisasi pendukung seperti Satuan Karya dan Pramuka Peduli diharapkan responsif terhadap berbagai isu, mulai dari lingkungan, kemanusiaan hingga pemberdayaan ekonomi lokal.
Karena itu, ia mendorong setiap unit membangun jejaring dan kolaborasi dengan berbagai pihak, baik instansi pemerintah, swasta maupun komunitas kreatif.
“Pramuka masa kini adalah pramuka yang kolaboratif, yang mampu menyatukan potensi untuk mencetak pemimpin masa depan yang berkarakter kuat,” ujarnya.
Kak Suyasa menambahkan, Pramuka harus terus membuktikan diri sebagai gerakan yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Buktikan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi warisan masa lalu, tetapi gerakan progresif untuk masa depan. Jadilah pengurus yang bergerak dengan hati, berpikir dengan logika, dan bertindak dengan nyata,” pungkasnya. (*)
Discussion about this post