Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng menyalurkan bantuan sarana air bersih dan peralatan memasak bagi warga terdampak banjir bandang di Desa Banjar dan Desa Kalianget, Kabupaten Buleleng, pada Sabtu (14/3/2026).
Melalui program “Bumbung Kemanusiaan Pramuka Peduli”, bantuan tersebut menyasar kebutuhan krusial warga yang kehilangan akses air dan fasilitas dapur akibat terjangan banjir bandang yang terjadi pada Jumat (6/3/2026) lalu.
Agenda bakti sosial diawali di Wantilan Desa Banjar pada Sabtu siang. Di lokasi tersebut, Pramuka Buleleng menyerahkan 22 unit pompa air kepada warga. Bantuan ini diberikan karena mayoritas sumur milik warga tidak dapat berfungsi akibat mesin pompa yang hanyut terbawa arus banjir, sehingga warga sempat kesulitan mengakses air bersih untuk kebutuhan harian.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Balai Dusun Alasharum, Desa Kalianget. Sebanyak 66 kepala keluarga (KK) di desa tersebut menerima bantuan paket lengkap berupa kompor gas, selang regulator, dan tabung elpiji.
Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Buleleng, Gede Suyasa, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan langkah konkret Pramuka dalam merespons situasi darurat di lapangan. Sejak hari ketiga pascabencana, personel Pramuka telah diterjunkan untuk membantu pembersihan material lumpur.
“Setiap hari kami tugaskan 15 orang anggota Pramuka untuk membantu proses pembersihan dan distribusi bantuan. Hari ini, kami menyerahkan bantuan berdasarkan usulan langsung dari desa,” ujar Gede Suyasa di sela-sela penyerahan bantuan.
Terkait bantuan di Desa Kalianget, Suyasa menjelaskan bahwa informasi mengenai kebutuhan alat masak didapatkan saat penyaluran logistik beras sebelumnya. Banyak warga yang kehilangan peralatan dapur sehingga tidak mampu mengolah bahan makanan secara mandiri.
“Kami bantu semua (kompor dan gas). Agenda Pramuka Peduli ini akan terus bergulir. Selama masih ada kebutuhan masyarakat yang belum terjawab, kami akan hadir. Aktivitas sosial baru akan kami sesuaikan jika kehidupan masyarakat sudah benar-benar kembali normal,” tegasnya.
Seluruh bantuan yang disalurkan hari ini merupakan hasil donasi dari gerakan “Bumbung Kemanusiaan”. Dana maupun barang yang terkumpul berasal dari donasi para relawan, sekolah-sekolah, serta gugus depan di bawah naungan Kwarcab Buleleng. (*)
Discussion about this post