{"id":793,"date":"2019-11-03T11:17:54","date_gmt":"2019-11-03T11:17:54","guid":{"rendered":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=793"},"modified":"2019-11-03T12:49:43","modified_gmt":"2019-11-03T12:49:43","slug":"pramuka-siaga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=793","title":{"rendered":"PRAMUKA SIAGA"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\">Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia.<\/p>\n<div class=\"jeg_ad jeg_ad_article jnews_content_inline_ads\" style=\"text-align: justify;\"><\/div>\n<p style=\"text-align: justify;\">Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut\u00a0<strong>Barung\u00a0<\/strong>dan satuan-satuan dari beberapa barung disebut\u00a0<strong>Perindukan.<\/strong>Setiap Barung beranggotakan 5-10 orang Pramuka Siaga dan dipimpin oleh seorang Pemimpin Barung yang dipilih oleh anggota Barung itu sendiri. Masing-masing Pemimpin Barung ini nanti akan memilih satu orang dari mereka yang akan menjadi Pemimpin Barung Utama yang disebut\u00a0<strong>Sulung<\/strong>. Sebuah Perindukan terdiri dari beberapa Barung yang akan dipimpin oleh Sulung.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Dalam Pramuka Siaga ada tiga tingkat, yaitu:<\/strong><\/p>\n<ol style=\"text-align: justify;\">\n<li>Mula<\/li>\n<li>Bantu<\/li>\n<li>Tata<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify;\">Setiap anggota Barung yang telah menyelesaikan SKU ( Syarat Kecakapan Umum ) berhak mengenakan TKU ( Tanda Kecakapan Umum ) sesuai tingkatannya\u00a0 yang dikenakan pada lengan baju sebelah kiri dibawah tanda barung berwarna dasar hijau. TKU untuk Siaga berbentuk sebuah janur atau disebut\u00a0<strong>Mancung<\/strong>\u00a0yakni bunga pohon kelapa yang baru tumbuh<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><strong>Kode Kehormatan bagi Pramuka Siaga, terdiri atas :<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">1.\u00a0 Janji yang disebut Dwisatya, selengkapnya berbunyi:<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: left;\">Dwisatya<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Demi kehormatanku aku berjanji akan bersunguh-sungguh:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menurut aturan keluarga.<\/li>\n<li>Setiap hari berbuat kebaikan.<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">2.\u00a0 Ketentuan moral yang disebut Dwidarma, selengkapnya berbunyi:<\/p>\n<blockquote>\n<p style=\"text-align: justify;\">Dwidarma<\/p>\n<\/blockquote>\n<ul style=\"text-align: justify;\">\n<li>\n<blockquote><p>Siaga itu patuh pada ayah dan ibunya.<\/p><\/blockquote>\n<\/li>\n<li>\n<blockquote><p>Siaga itu berani dan tidak putus asa.<\/p><\/blockquote>\n<\/li>\n<\/ul>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\">Materi dari Website Pramuka.or.id<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siaga adalah sebutan bagi anggota Pramuka yang berumur 7-10 tahun. Disebut Pramuka Siaga karena sesuai dengan kiasan pada masa perjuangan bangsa Indonesia, yaitu ketika rakyat Indonesia mensiagakan dirinya untuk mencapai kemerdekaan dengan ditandai berdirinya Boedi Oetomo pada tahun 1908 sebagai tonggak awal perjuangan bangsa Indonesia. Satuan Satuan terkecil dalam Pramuka Siaga disebut\u00a0Barung\u00a0dan satuan-satuan dari beberapa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":795,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[80,111],"tags":[120,121,122,72],"class_list":["post-793","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-materi-siaga","category-repositori","tag-materi","tag-materipramuka","tag-pramukasiaga","tag-siaga"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/793","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=793"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/793\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":808,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/793\/revisions\/808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/795"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=793"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=793"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=793"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}