{"id":1936,"date":"2026-08-18T02:41:49","date_gmt":"2026-08-18T02:41:49","guid":{"rendered":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1936"},"modified":"2026-08-18T02:41:49","modified_gmt":"2026-08-18T02:41:49","slug":"hari-kemerdekaan-saka-bahari-buleleng-bersama-pokmaswas-kibarkan-merah-putih-dari-bawah-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1936","title":{"rendered":"Hari Kemerdekaan, Saka Bahari Buleleng Bersama Pokmaswas Kibarkan Merah Putih dari Bawah Laut"},"content":{"rendered":"<p>Kolaborasi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dilaksanakan Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari Kwarcab Buleleng.<\/p>\n<p>Peringatan itu melibatkan Pemerintah Desa dan masyarakat desa Kerobokan, Yayasan Mangrove Ranger Indonesia, dan Pokmaswas Penimbangan Lestari.<\/p>\n<p>Kegiatan diisi dengan mengibarkan bendera merah putih dari bawah laut, pada Senin (17\/8\/2026) di Perairan Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Buleleng.<\/p>\n<p>Rangkain kegiatan diawali pada tengah malam, Minggu (16\/8\/2026) dengan kegiatan renungan malam dan penyalaan 81 obor kemerdekaan di pesisir Pantai Desa Kerobokan.<\/p>\n<p>Sebanyak 17 anggota Saka Bahari membawa obor yang dinyalakan dari Api Suci. Selanjutnya, bergerak menuju deretan obor di sepanjang pesisir dan secara bersama-sama menyalakan 81 obor, dengan masing-masing anggota menyalakan obor.<\/p>\n<p>\u201cProsesi ini memiliki makna simbolik yang kuat. Sebanyak 81 obor melambangkan 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sementara 17 anggota Pramuka Saka Bahari menjadi bagian penting dalam prosesi penyalaan cahaya kemerdekaan tersebut,\u201d ungkap Pimpinan Saka Bahari Kwarcab Buleleng, Abdul Manap.<\/p>\n<p>Dalam prosesi tersebut, 17 obor yang dibawa oleh anggota Saka Bahari kemudian ditancapkan pada titik-titik yang telah ditentukan, sehingga cahaya obor membentang di sepanjang pesisir Pantai Desa Kerobokan.<\/p>\n<p>Prosesi kemudian dilanjutkan dengan delapan perwakilan warga yang maju bersama mengelilingi Api Suci. Secara bergantian, masing-masing menyalakan obor dan menyampaikan ikrar sebagai simbol tekad untuk meneruskan semangat perjuangan dan mengisi kemerdekaan dengan pengabdian.<\/p>\n<p>\u201cSetelah seluruh ikrar disampaikan, delapan obor ditancapkan mengelilingi Api Suci. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan hening cipta dan renungan perjuangan, mengajak seluruh peserta mengenang jasa para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab generasi saat ini dalam menjaga kemerdekaan,\u201d sebut Manap.<\/p>\n<p>Puncak rangkaian kegiatan, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan ke-81 ditandai dengan pengibaran Bendera Merah Putih dari bawah laut di kawasan Pantai Desa Kerobokan.<\/p>\n<p>Prosesi pengibaran dilaksanakan Anggota Saka Bahari Kwarcab Buleleng bersama Pokmaswas Penimbangan Lestari. Bendera Merah Putih dibawa menuju titik pengibaran di bawah laut, kemudian dikibarkan dari dasar laut secara terkoordinasi dengan tim di permukaan.<\/p>\n<p>\u201cPengibaran Bendera Merah Putih dari bawah laut menjadi simbol bahwa semangat kemerdekaan tidak hanya berkibar di daratan, tetapi juga hadir di laut, ruang kehidupan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia sebagai negara kepulauan,\u201d ujar Manap.<\/p>\n<p>Pengibaran merah putih dari bawah laut yang dilaksanakan pada sore hari dilanjutkan dengan pelepasan 1.000 ekor tukik hasil penangkaran Mangrove Ranger Indonesia yang berada di Desa Kerobokan. Pelepasan tukik ini menjadi bagian penting dari pesan konservasi dalam peringatan Hari Kemerdekaan.<\/p>\n<p>Sebanyak 1.000 ekor tukik hasil penangkaran tersebut dilepas kembali ke habitat alaminya, menjadi simbol harapan bagi keberlanjutan kehidupan laut sekaligus pengingat bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab dalam mengisi kemerdekaan.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan ini memperlihatkan bahwa konservasi dapat menjadi bagian dari semangat kemerdekaan, merawat kehidupan, menjaga laut, dan memastikan sumber daya alam tetap dapat dinikmati oleh generasi mendatang,\u201d sebut Manap.<\/p>\n<p>Sebelumnya, dalam rangkaian kegiatan di Pantai Kerobokan, peserta juga mendapatkan materi dasar-dasar konservasi penyu, sehingga rangkaian kegiatan tidak hanya menjadi peringatan kemerdekaan, tetapi sekaligus menjadi ruang edukasi bagi generasi muda mengenai pentingnya menjaga keberlangsungan penyu dan ekosistem pesisir.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan yang berlangsung itu juga diwarnai dengan Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan) yang dilaksanakan oleh Saka Bahari Buleleng.<\/p>\n<p>Melalui kegiatan tersebut, Saka Bahari tidak hanya menunjukkan kepedulian terhadap konservasi dan kelautan, tetapi juga mengajak masyarakat untuk mengenal dan meningkatkan konsumsi ikan sebagai sumber pangan bergizi sekaligus bagian dari kehidupan masyarakat pesisir. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kolaborasi peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 dilaksanakan Satuan Karya Pramuka (Saka) Bahari Kwarcab Buleleng. Peringatan itu melibatkan Pemerintah Desa dan masyarakat desa Kerobokan, Yayasan Mangrove Ranger Indonesia, dan Pokmaswas Penimbangan Lestari. Kegiatan diisi dengan mengibarkan bendera merah putih dari bawah laut, pada Senin (17\/8\/2026) di Perairan Pantai Kerobokan, Desa Kerobokan Kecamatan Sawan, Buleleng. Rangkain [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1937,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,23,28],"tags":[180,521,43,289],"class_list":["post-1936","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-halaman-depan","category-news","category-saka","tag-buleleng","tag-kemerdekaan","tag-pramuka","tag-saka-bahari"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1936","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1936"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1936\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1938,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1936\/revisions\/1938"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1937"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1936"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1936"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1936"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}