{"id":1932,"date":"2026-08-13T07:55:32","date_gmt":"2026-08-13T07:55:32","guid":{"rendered":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1932"},"modified":"2026-08-13T07:55:32","modified_gmt":"2026-08-13T07:55:32","slug":"sambut-hari-pramuka-ke-65-kwarcab-buleleng-dan-rri-kampanyekan-gerakan-bersih-sampah-plastik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1932","title":{"rendered":"Sambut Hari Pramuka ke-65, Kwarcab Buleleng dan RRI Kampanyekan Gerakan Bersih Sampah Plastik"},"content":{"rendered":"<p>Semangat menjaga lingkungan menjadi salah satu pesan yang digaungkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng dalam menyambut Hari Pramuka ke-65. Bersama RRI Singaraja, Kwarcab Buleleng menggelar siaran interaktif melalui Program \u201cKENTONGAN\u201d, Selasa (11\/8).<\/p>\n<p>Siaran yang berlangsung di Studio PRO 1 RRI Singaraja tersebut mengangkat tema \u201cKolaborasi Buleleng Bersih\u201d. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan kembali semangat aksi bersih sampah plastik yang sebelumnya telah dilakukan anggota Pramuka melalui kegiatan Kachhara Yudha di kawasan Pura Jagatnatha.<\/p>\n<p>Sekretaris Komisi Pengabdian Masyarakat dan Bela Negara Kwarcab Buleleng I Made Surya Restu Cahyono mengatakan, aksi bersih sampah plastik merupakan salah satu bentuk nyata kepedulian Pramuka terhadap persoalan lingkungan.<\/p>\n<p>Namun, gerakan tersebut dinilai perlu diikuti edukasi yang berkelanjutan agar kesadaran masyarakat tidak berhenti pada kegiatan bersih-bersih.<\/p>\n<p>\u201cPramuka tidak hanya bergerak di lapangan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk mengedukasi masyarakat. Karena itu, melalui siaran interaktif ini kami ingin memperluas pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mengurangi sampah plastik,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Restu, kolaborasi dengan RRI menjadi sarana penting untuk memperluas jangkauan pesan tersebut. Jika aksi dilakukan di lapangan, radio dapat membantu menyuarakan pengalaman dan pesan lingkungan kepada masyarakat yang lebih luas.<\/p>\n<p>Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Buleleng, I Gede Agus Pratama menambahkan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjadikan momentum Hari Pramuka ke-65 sebagai ruang untuk menunjukkan kontribusi Pramuka terhadap persoalan yang ada di masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cPramuka Bergerak, Radio Menyuarakan, Masyarakat Menggerakkan. Ini semangat yang kami ingin bangun melalui kolaborasi bersama RRI. Apa yang dilakukan Pramuka di lapangan kemudian disuarakan melalui radio agar semakin banyak masyarakat yang tergerak,\u201d kata Agus.<\/p>\n<p>Dia menilai persoalan sampah plastik membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, Pramuka tidak bisa bekerja sendiri dan perlu membangun kolaborasi dengan media, pemerintah, komunitas, maupun masyarakat.<\/p>\n<p>Sementara itu, kegiatan Kachhara Yudha yang menjadi bagian dari rangkaian aksi lingkungan Kwarcab Buleleng telah dilaksanakan sebelumnya. Salah satu kegiatannya berupa aksi bersih sampah plastik di kawasan Pura Jagatnatha.<\/p>\n<p>Melalui siaran interaktif tersebut, pengalaman dari aksi lapangan kemudian dibawa ke ruang publik yang lebih luas. Harapannya, pesan mengenai kepedulian terhadap lingkungan dapat diterima masyarakat sekaligus mendorong munculnya gerakan serupa di lingkungan masing-masing.<\/p>\n<p>Kolaborasi Kwarcab Buleleng dan RRI Singaraja tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Hari Pramuka ke-65. Semangatnya sederhana: gerakan bersih lingkungan tidak cukup dilakukan oleh segelintir orang, tetapi perlu menjadi gerakan bersama. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Semangat menjaga lingkungan menjadi salah satu pesan yang digaungkan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Buleleng dalam menyambut Hari Pramuka ke-65. Bersama RRI Singaraja, Kwarcab Buleleng menggelar siaran interaktif melalui Program \u201cKENTONGAN\u201d, Selasa (11\/8). Siaran yang berlangsung di Studio PRO 1 RRI Singaraja tersebut mengangkat tema \u201cKolaborasi Buleleng Bersih\u201d. Kegiatan ini menjadi ruang untuk menyampaikan kembali [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1933,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,23],"tags":[180,70,314,266,295,43,162,520,326],"class_list":["post-1932","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-halaman-depan","category-news","tag-buleleng","tag-dkc","tag-gerakan-pramuka","tag-kwarcab","tag-kwartir-cabang","tag-pramuka","tag-pramuka-buleleng","tag-rri-singaraja","tag-sampah"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1932","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1932"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1932\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1934,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1932\/revisions\/1934"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1933"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1932"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1932"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1932"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}