{"id":1844,"date":"2026-04-25T06:23:39","date_gmt":"2026-04-25T06:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1844"},"modified":"2026-04-25T06:23:39","modified_gmt":"2026-04-25T06:23:39","slug":"peringati-hari-kesiapsiagaan-bencana-2026-sd-negeri-3-bungkulan-sukses-gelar-simulasi-evakuasi-gempa-bumi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/?p=1844","title":{"rendered":"Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026: SD Negeri 3 Bungkulan Sukses Gelar Simulasi Evakuasi Gempa Bumi"},"content":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, SD Negeri 3 Bungkulan menggelar simulasi komprehensif tanggap darurat bencana gempa bumi.<\/p>\n<p>Kegiatan yang mengusung semangat kesiapsiagaan nasional ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari murid, Guru, hingga Tenaga Kependidikan (GTK), guna membangun budaya sadar bencana sejak dini.<\/p>\n<p>Pelaksanaan simulasi ini merujuk pada instruksi resmi HKB 2026 yang mengedepankan aksi nyata latihan evakuasi mandiri untuk mewujudkan masyarakat tangguh bencana, dengan semboyan &#8220;Siap untuk Selamat&#8221;.<\/p>\n<p>Kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan SD Negeri 3 Bungkulan ini dirancang sangat serealistis mungkin. Tepat pada waktu yang telah ditentukan, sirine tanda bahaya dibunyikan secara serentak selama satu menit.<\/p>\n<p>Mendengar sirine tersebut, seluruh murid beserta GTK yang sedang melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) langsung mempraktikkan teknik dasar penyelamatan diri: Drop, Cover, and Hold On (Merunduk, Lindungi Kepala, dan Berpegangan pada kaki meja).<\/p>\n<p>Setelah instruksi bahwa &#8220;guncangan telah mereda&#8221; diberikan, proses evakuasi segera dilakukan. Dengan disiplin dan tanpa kepanikan, seluruh murid diarahkan oleh para guru dan staf kependidikan untuk keluar kelas menuju Titik Kumpul (Assembly Point) yang berada di lapangan terbuka sekolah.<\/p>\n<p>Sambil berjalan cepat\u2014bukan berlari\u2014para murid tampak melindungi kepala dan tengkuk mereka menggunakan tas sekolah masing-masing.<\/p>\n<p>&#8220;Simulasi ini adalah bagian dari pendidikan mitigasi kultural yang wajib ditanamkan di sekolah. Kami di SD Negeri 3 Bungkulan berkomitmen tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang tangguh, sigap, dan memiliki ketangkasan dalam menghadapi potensi bencana, khususnya gempa bumi,&#8221; ujar I Made Surya Restu Cahyono, Kepala SDN 3 Bungkulan yang juga Ketua Majelis Pembimbing Gugus Depan (Kamabigus).<\/p>\n<p>Peran Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sangat krusial dalam simulasi ini. Mereka bertindak sebagai komandan evakuasi di masing-masing kelas, memastikan tidak ada murid yang tertinggal, serta melakukan pendataan (headcount) setibanya di titik kumpul untuk memastikan seluruh warga sekolah berada dalam kondisi aman.<\/p>\n<p>Selain praktik evakuasi, kegiatan HKB di SD Negeri 3 Bungkulan juga diisi dengan edukasi singkat mengenai pentingnya mengenali jalur evakuasi, menyiapkan Tas Siaga Bencana, serta menjaga ketenangan psikologis saat bencana terjadi. Pendekatan kepramukaan yang disiplin namun menyenangkan turut diterapkan agar anak-anak usia sekolah dasar ini dapat menyerap materi tanggap bencana tanpa rasa takut.<\/p>\n<p>Melalui partisipasi aktif dalam Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026 ini, SD Negeri 3 Bungkulan berharap dapat menjadi pelopor sekolah aman bencana di wilayahnya, memastikan setiap individu menyadari bahwa urusan bencana adalah urusan bersama, dan keselamatan dimulai dari kesiapsiagaan diri sendiri. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026, SD Negeri 3 Bungkulan menggelar simulasi komprehensif tanggap darurat bencana gempa bumi. Kegiatan yang mengusung semangat kesiapsiagaan nasional ini melibatkan seluruh elemen sekolah, mulai dari murid, Guru, hingga Tenaga Kependidikan (GTK), guna membangun budaya sadar bencana sejak dini. Pelaksanaan simulasi ini merujuk pada instruksi resmi HKB [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1845,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[39,23,18],"tags":[105,500,497,143],"class_list":["post-1844","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-halaman-depan","category-news","category-siaga","tag-gugus-depan","tag-hari-kesiapsiagaan-bencana","tag-sekolah","tag-simulasi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1844","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1844"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1844\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1846,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1844\/revisions\/1846"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1845"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1844"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1844"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/pramukabuleleng.or.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1844"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}